Wartawan Senior Ikhsan Mahmudi Wafat, Insan Pers Probolinggo Kehilangan Sosok Teladan

 



PROBOLINGGO - Dunia pers Kota Probolinggo berduka. Wartawan senior Ikhsan Mahmudi meninggal dunia pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, dalam usia 59 tahun. Almarhum dimakamkan pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, di Tempat Pemakaman Umum Ungup-Ungup, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Kepergian Ikhsan Mahmudi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, serta kalangan insan pers. Sejak pagi, rumah duka dipadati pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Sejumlah tokoh hadir dalam prosesi takziah, di antaranya Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Ketua FKUB Ahmad Hudri, Ketua PD Muhammadiyah Dawam Ichsan, Ketua PCNU Arba’i Hasan, Camat Kanigaran Purwanto, perwakilan Polresta Probolinggo, Bawaslu, perangkat kelurahan, para jurnalis, serta warga sekitar.

Jenazah almarhum kemudian disalatkan di Masjid Darussalam yang berada tidak jauh dari rumah duka. Banyaknya pelayat membuat salat jenazah dilaksanakan secara bergantian dalam dua sesi sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Ikhsan Mahmudi. Menurutnya, almarhum merupakan sosok jurnalis yang tidak hanya menjalankan tugas peliputan, tetapi juga kerap memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.

Aminuddin menilai, almarhum memiliki cara komunikasi yang santun dalam menyampaikan kritik. Ia dikenal sebagai wartawan yang menjaga etika, menghadirkan tulisan yang menyejukkan, dan tidak membangun narasi provokatif. Dalam banyak kesempatan, Ikhsan juga disebut aktif terlibat dalam ruang-ruang dialog dan penyelesaian persoalan publik di Kota Probolinggo.

Selain dikenal sebagai wartawan senior, Ikhsan Mahmudi juga aktif dalam berbagai organisasi sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan. Almarhum tercatat sebagai wartawan Ngopibareng.id, Presidium KAHMI, serta aktif di Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah organisasi lainnya.

Ketua PWI Probolinggo Babul Arifandi menyebut Ikhsan Mahmudi sebagai figur pengayom bagi para wartawan. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua PWI Probolinggo pada 2008 dan dikenal luas sebagai pribadi yang sabar, amanah, konsisten, serta terbuka dalam berbagi ilmu kepada wartawan muda.

Bagi kalangan jurnalis Probolinggo, Ikhsan bukan sekadar rekan seprofesi. Ia dipandang sebagai senior yang mampu memberi teladan tentang bagaimana jurnalisme dijalankan dengan ketenangan, integritas, dan tanggung jawab sosial. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi ekosistem pers lokal yang selama ini turut dibangun melalui dedikasi dan keteladanan almarhum.

Ikhsan Mahmudi meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Warisan pengabdian, ketulusan, serta sikap rendah hati almarhum menjadi kenangan bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya.

 

 

Comments